Oleh: agustinakhalid | November 21, 2008

MODEL DAYA KOMPETITIF PORTER DAN MODEL RANTAI NILAI BISNIS

A. MODEL DAYA KOMPETITIF PORTER

Model ini digunakan untuk dapat memahami tentang keunggulan kompetitif ( kompetitive forces model), model ini dilihat dari sudut pandang pesaing, perusahaan dan lingkungan yang berkaitan dengan perusahaan, dan adanya saling kertergantungan antara perusahaan dan lingkungan. Jadi dapat disimpulkan bahwa model daya kompetitif porter ini dapat menentukan nasib perusahaan. Pada modek ini terdapat 5 daya kompetitif, diantaranya :

a. Pesaing Tradisional

Semua perusahaan pasti akan bersaing dengan perusahaan lainnya, bersaing untuk menciptakan produk dan jasa baru yang menarik pelanggan, sehingga diharapkan perusahaan tersebut akan dapat menguasai pangsa pasar.

b. Pemain Baru dipasar

Memasuki ekonomi bebas, selalu terdapat hambatan dalam memasuki pasar dan harus pintar-pintar mencari peluang, apalagi bagi perusahaan baru. Ada beberapa keuntungan perusahaan baru, misal perusahaan baru memilki peralatan yang canggih, tenaga kerja yang muda dan mungkin lebih inovatif. Selain keuntungan juga ada kelemahan seperti perusahaan mengharapkan adanya dana dari luar untuk membeli peralatan dan tidak adanya kemampuan atau keahlian yang dimiliki tenaga kerja.

c. Produk dan Jasa Pengganti

Pada beberapa perusahaan, selalu ada produk dan jasa pengganti yang digunakan pelanggan, apabila perusahaan tersebut menggunakan harga yang tinggi. Dengan adanya teknologi, dapat menciptakan produk dan jasa pengganti sepanjang waktu, seperti ethanol dapat mengganti bahan bakar untuk mobil.

d. Pelanggan

Kemampuan perusahaan untuk menarik dan mempertahankan pelanggan dapat memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan.

e. Pemasok

Menjalin hubungan dengan pemasok dapat membawa dampak penting pada keuntungan perusahaan. Semakin banyak perusahaan bekerjasama dengan pemasok, semakin besar kendali yang dijalankan atas pemasok, misalnya dalam kaitan harga, kualitas bahan, dan jadwal pengiriman.

B.  MODEL RANTAI NILAI BISNIS

Jika dianggap model daya kompetitif porter tidak membantu dalam mencapai keunggulan kompetitif, maka kita dapat nenggunakan model lain yaitu model rantai nilai bisnis untuk memcapai kesempurnaan dalam kegiatan operasi perusahaan.

Model rantai nilai ( value chain model) memfokuskan pada aktifitas khusus yang dijalankan dalam perusahaan, dimana strategi kompetitif dapat diterapkan dengan baik dengan dukungan teknologi informasi. Aktifitas khusus tersebut dapat digolongkan ke dalam 2, yaitu :

Aktifitas utama yang berhubungan denga produksi, distribusi, dan jasa dari perusahaan seperti pelayanan, penjualan dan pemasaran yang menciptakan nilai bagi pelanggan. Sedangkan aktifitas pendukung membantu kelancaran kegiatan aktifitas utama yang terdiri dari infrastruktur organisasi seperti SDM ( adanya perekrutan karyawan, penempatan dan pelatihan), teknologi dan pembelian bahan yang dinutuhkan dalam proses produksi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: